Saturday, August 8, 2015

CUT. - Welcoming Introduction

Hi, how are you ?
*   *   *   *   *   *
Jika anda – yang dulu sempat membaca blog saya – melihat ada beberapa perubahan dari blog ini, jawabannya YA, saya  tengah melakukan semacam reconstruction atau rebranding terhadap blog ini. Anda tidak akan melihat lagi nama ‘Think Out of The Blog’ tersemat dalam header blog saya. Yang anda akan lihat adalah ‘CUT.’.

Apa itu ‘CUT.’? Mengapa ‘CUT.’?

Sebagai pribadi yang suka bermain ­mengotak-atik kata, dan sebagai anak yang sangat bangga akan namanya sendiri, nama CUT. saya pilih karena memiliki kesamaan bunyi dengan nama panggilan saya. ‘Kat’.  Hahaha. Terdengar sepele ya? Tapi CUT. punya filosofi yang ga sesepele itu kok. Tenang saja.

Pertama, dalam dunia perfilman, kata CUT. merupakan kata yang menjadi hak perogratif dari seorang sutradara. Kata-kata ‘panggil’ lain seperti "slate in", atau "camera?", atau bahkan "action", adalah hak sutradara yang masih bisa dilimpahkan kepada asisten sutradara. Tapi kata ‘cut’, berkaitan dengan fungsinya untuk menyudahi/memberhentikan sebuah proses perekaman shot, hanya merupakan hak sutradara. Sutradara bebas menentukan kapan ia harus meng­-cut adegan, termasuk di waktu yang tidak semestinya, atas suatu pertimbangan tertentu. Maka, dari sinilah menurut saya CUT. adalah kata-kata yang merupakan ciri dari seorang pemimpin. Anggota bisa berpendapat dan memberikan ide. Tapi keputusan akan memilih ide yang mana tetap ada di tangan pemimpin. Ya CUT. adalah soal keputusan.

Kedua, kata CUT. mengacu pada memotong/potongan. Dalam film, sebuah film menjadi film karena adanya proses memotong-sambung adegan-adegan di dalamnya. Tanpa ada konsep yang jelas akan mana yang perlu dipotong mana yang tidak, penonton tidak akan mendapatkan pemaknaan dari kisah yang dituturkan tersebut. Maka sesuai dengan pemahaman itu, blog ini akan saya coba fungsikan sebagai media untuk memotong-motong pengalaman dan perjalanan saya, untuk disusun kembali sehingga bisa dimaknai oleh saya, dan mungkin juga oleh anda.
Cukup filosofis kan? :)

Oke, akhirnya saya mengucapkan selamat datang di CUT.
Semoga blog ini, kalaupun tidak cukup menginspirasi, cukup meng­-entertaint lah ya..
*   *   *   *   *   *

So, how am I? I’m fine thank you. And you?

No comments:

Post a Comment