Jadi, ceritanya gua lagi merapikan folderisasi hardisk gua, terutama yang berkaitan dengan foto-foto. Biar ga garing, gua play-lah musik dari youtube. Gua cari yang album-an gitu, biar ga repot pilih next song-nya apa. Waktu itu yang gua play adalah albumnya Jaco Pastorius, bassist jazz kampret itu.
Nah, trus seperti yang gua keselin dari Youtube, tiba-tiba muncul video advertising, yang menyabotase video musik yang lagi gua play. Bawaannya sih pingin cepet-cepet gua 'skip this video' aja. Tapi pas gua perhatiin iklannya, KOK KREATIF YA!
Jadi gua akan mereview iklan tersebut, berdasarkan pengetahuan perfilman gua.
Ini iklannya, iklan es krim Cornetto, yang bertajuk 'Cornetto Love Stories - Two Sides'.
Keren banget ga sih? :')
Oke, sebagai akademisi, gua akan mencoba menjelaskan kenapa iklan itu gua anggap keren secara akademik bgt.
1. Iklannya termasuk Soft Selling.
Iklan ga secara langsung mengajak penonton untuk mengkonsumsi produknya. Pembuat iklan percaya bahwa penonton sudah tau produk apa yang mereka jual. Jadi mereka hanya perlu membuat nama produk tersebut tetap terngiang-ngiang dalam pikiran bawah sadar penonton. Caranya, buat iklan yang sekreatif dan unik mungkin! Dan iklan ini terbukti berhasil. Terlihat dari lahirnya postingan ini pasca menonton iklan tersebut. Ya, di sini secara tanpa paksaan, gua pun sudah dipengaruhinya untuk ikut mengiklankan iklan ini.
2. Trobosan, trobosan, trobosan!
Karya yang baik, menurut saya, harus memiliki hal yang tidak dimiliki karya lain. Kita bisa menyebutnya trobosan. Dalam iklan ini, setidaknya ada dua trobosan. Yang pertama adalah gaya penceritaan first person point of view yang sangat mendominasi dalam penceritaan iklan tersebut. Belum banyak iklan yang menggunakan gaya penceritaan seperti ini. Terlebih hal itu ditunjang dengan sistem mixing audio stereo yang baik, yang pada iklan itu mereka sebut 3D audio. Penonton dibuat benar-benar merasa menjadi tokoh utama yang sedang mengalami peristiwa demi peristiwa, melalui visual dan audionya.
Yang kedua, yang menurut saya sangat kreatif, adalah setelah kita bisa merasakan menjadi tokoh utama dalam iklan, kita juga diberi kemungkinan untuk berganti tokoh utama. Mereka, dengan kreatifnya, membuat video pararel antara dua sudut pandang yang berbeda, yang menjadi tokoh utama sekaligus pencerita dalam film tersebut. Dan dengan memaksimalkan youtube sebagai media iklan yang memiliki fitur-fitur tertentu, mereka membuat hyperlink yang dapat mengkoneksikan kedua video pararel tersebut sesuai dengan urutan waktu kejadian dalam iklan. Dan itu semua menjadi tidak hanya sekedar 'keren-kerenan' saja, ketika mereka memiliki konsep yang mendasari mereka membuat pararel switching seperti itu. Dalam statement mereka, jelas dikatakan bahwa 'It takes two people to make a love story'. Jadi, konsep ini tak hanya keren, tapi juga berasalan.
3. Ceritanya ringan, tapi memiliki pay off yang tidak klise.
Persoalan mengajak seseorang untuk ikut prom adalah persoalan yang cukup sering muncul dalam cerita bergenre drama. Tapi cara tokoh utama untuk akhirnya mendapatkan hati sang pujaan hati (pengulangan kata 'hati' -.-), itu cukup unik sih, yaitu dengan memberikan headphone, lalu menampilkan dance sambil lipsinc, sambil menghitung iramanya agar sinkron. Dan itu cukup so sweet sih, dalam artian, cukup berhasil dalam genre drama (endingnya tidak membosankan).
4. Style penceritaan yang menarik.
Jika kita perhatikan, pembabakan cerita tersebut disampaikan secara jelas, menggunakan black screen dan title seperti 'Act One', 'Act Two', dll. Hal ini mirip dengan model-model film bergaya Eropa seperti film Royal Tenembaums karya Wes Anderson. Dan ini berkaitan dengan selera gua pribadi sih, yang emang suka sama film-film dengan style seperti itu.
Selain itu, iklan ini mengusung konsep semi musikal. Bisa kita lihat di beberapa adegan, tiba-tiba muncul spot lighting yang ala-ala lighting panggung, yang biasa digunakan dalam film musikal. Tapi yang menarik dari iklan ini, hingar-bingar musikal tersebut disampaikan dengan sangat logis. Di situ digambarkan bahwa itu semua hanya terjadi di dalam benak si tokoh wanita, dengan dipertunjukkannya keadaan yang sesungguhnya terjadi melalui shot objektif (ketika digambarkan si tokoh pria menari-nari begitu saja tanpa musik dengan cukup akwardnya). Dan menurut gua itu sangat cerdas!
Oke, gua rasa itu aja.
Di sini gua jadi diingetin lagi kalo kreativitas itu ga boleh mati. Di zaman di mana IDE menjadi penentu kesuksesan seperti sekarang, kenop otak tuh mesti dibuka lebar-lebar gitu. Ga boleh terpaku pada satu hal aja. Dari sini keliatan, kalo iklan aja, yang tujuan utamanya untuk jualan, bisa dibuat dengan se-filmis itu!
Sama, hmm, ya mungkin pesan moralnya, jangan cepet-cepet ngeclose iklan di Youtube kali ya. Hahahaha.
Semoga cukup menginspirasi.
bagus banget! iklannya!
ReplyDelete