Tuesday, December 11, 2012

Tak kan Lagi Sama

Meski,
mentari dapat menyapaku
dengan pancaran semangatnya,
tapi semua tak kan lagi sama.


Meski,
angin dapat membelaiku
dengan hembusan gairahnya,
tapi semua tak kan lagi sama.


Meski,
bulan dapat menemaniku
dengan sinar romantismenya,
tapi semua tak kan lagi sama.


Mentari, angin, bulan
Meski kalian menyapaku, membelaiku, menemaniku
dengan segala kelemah-lembut-perkasaan kalian,
tapi semua tak kan lagi sama,
seperti saat AKU dan DIA bersama...


Ruang Makan Rumah, 19 Januari 2012


*)puisi ini dibuat (sebenarnya) dalam rangka mengerjakan tugas dari bu Anie (guru bahasa Indonesia), untuk membuat puisi menggunakan majas personifikasi. Tapi karena bagus (katanya) jd gua masukin aja deh ke blog..

No comments:

Post a Comment